15 Maret 2021

Apa itu Literasi


Literasi adalah kemampuan seseorang dalam memahami sebuah gagasan dan menyampaikannya dalam bentuk lisan dan tulisan. Ada empat cabang dalam kemampuan literasi, yaitu, komunikasi lisan, membaca efektif, menulis kreatif dan literasi media.

Pertama, komunikasi lisan. Kemampuan ini terdiri atas dua hal, yaitu kemampuan menyimak (untuk memahami), dan berbicara (untuk menyampaikan gagasan. Menyimak berbeda dengan mendengar. Dalam kegiatan menyimak ada proses memahami, memikirkan informasi, dan mengolahnya. Seorang yang menyimak, sudah pasti mendengar, tapi mereka yang mendengar belum tentu menyimak. Kemampuan berbicara dalam literasi terkait dengan kemampuan menyampaikan sesuatu dengan baik dan mudah dimengerti. 

Kedua, membaca efektif. Membaca efektif adalah sebuah kemampuan memahami bacaan, menemukan informasi, membandingkannya, mengembangkan informasi, menganalisisnya, mengevaluasi, dan akhirnya bisa menarik sebuah kesimpulan atas bacaan. Buku tidak cukup sekadar dibaca. Seseorang juga harus belajar bagaimana cara mempelajari informasi yang ada di dalamnya. Seseorang yang tahu cara mempelajari buku, berarti memiliki alat untuk itu. 

Ketiga, menulis kreatif. Menulis kreatif adalah pelajaran mengorganisasikan gagasan dalam bentuk tulisan. Pelajaran menulis kreatif paling dasar, sesungguhnya adalah pelajaran tentang struktur, tentang konsep, tentang gagasan. Jika anda memulai pengajaran penulisan kreatif ke anak dari teknis tulisan, seperti paragraf, kalimat, dan yang semacam, sama artinya anda membangun rumah bukan dari pondasi, tapi langsung mendirikan dindingnya. Apapun pelajaran, mulailah dari konsepnya.

Keempat, literasi media. Ini merupakan kemampuan seseorang memahami gagasan, dan menyampaikannya, melalui aneka jenis media. Jika ia bersentuhan dengan dunia digital, maka gagasan yang ia serap, maupun yang ia sampaikan, bagian dari literasi digital. Dalam literasi digital, seseorang mengerti sifat aneka jenis media digital, tahu cara berinteraksi secara digital, tahu cara memperoleh informasi secara digital, dan yang semacamnya. Mereka yang tahu sifat aneka jenis media digital, akan cenderung bijaksana dalam menggunakannya. Mereka yang tahu cara memperoleh informasi secara digital, akan memiliki referensi ilmu pengetahuan yang kaya, sekaligus berhati-hati dalam menyikapi semua informasi yang datang.

Ada satu kemampuan lagi, namanya numerasi. Numerasi adalah kemampuan memahami simbol penghitungan atau angka. Seseorang yang memiliki kemampuan ini akan memiliki: pengetahuan akan hitungan, bisa memahami informasi matematis, memiliki kemampuan mengorganisir informasi, berpikir logis, dan kemampuan budgeting. Dua kemampuan ini, literasi dan numerasi, meski terlihat sederhananya, nyatanya, alat yang sangat penting bagi anak (dan tentunya kita sendiri) dalam menjalani hidup

Sumber: https://selingkar.com

09 Maret 2021

PPPK untuk honorer

Jakarta --- Formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru agama yang berstatus honorer masih sangat terbatas. Tahun 2021, formasi yang tersedia hanya sekitar 9.000. Itu pun dialokasikan untuk sisa honorer K2. Padahal, jumlah honorer guru agama sangat banyak. Data Kementerian Agama mencatat, tidak kurang ada 120.000 guru agama yang berstatus honorer.

Sekjen Kemenag Nizar mengatakan, formasi PPPK bagi guru agama telah dibahas bersama oleh tim dari enam Kementerian dan Lembaga Negara (K/L). Selain Kemenag dan Kemendikbud, ikut dalam pembahasan ini perwakilan dari Kemendagri, KemenPAN-RB, Kemenkeu, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Jumat, 5 Maret kemarin, sudah rapat enam kementerian dan lembaga membahas status mereka, termasuk Kementerian Agama," terang Nizar, di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Kami semua masih mengupayakan agar mereka bisa masuk dalam usulan PPPK Kemendikbud. Nantinya, Kemenag akan bertugas membuat soal ujian untuk seleksi calon PPPK-nya. Ini masih kita upayakan bersama," sambungnya.  Pembahasan lintas K/L, kata Nizar, perlu dilakukan mengingat guru agama terbagi menjadi tiga. Pertama, guru yang diangkat Kemenag. Kedua, guru yang diangkat Kemendikbud. Ketiga, guru yang diangkat Pemda. "Saat ini masih dilakukan verifikasi dan validasi (verval) data, berapa total guru agama dengan status honorer di sekolah, baik guru agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Verval data ini akan dilakukan Kemenag melalui Ditjen Pendidikan Islam dan Ditjen Bimas-bimas agama. Verval juga dilakukan Kemendikbud di setiap sekolah binaannya," terang Nizar.

Formasi PPPK Kemendikbud tahun ini mencapai 1 juta. Sampai 5 Maret 2021, kebutuhan formasi yang diajukan Pemda ke KemenPAN-RB baru 568.238. Sehingga, masih ada selisih 431.762 formasi yang belum terisi. "Semoga honorer guru agama nantinya bisa mengisi formasi tersebut," tutupnya

Sumber: https://www.hanapibani.com/2021/03/enam-kl-bahas-formasi-pppk-untuk-honorer-guru-agama.html?m=1

07 Maret 2021

Persiapan Ujian Madrasah Tahun 2021 darurat pandemi

Semangat pagi sahabat Waja.
Semoga kita selalu dalam lindunganNya. Aamiin.

Sedikit berbagi dari kami semoga bermanfaat buat kita semua.

Berikut adalah Administrasi Ujian Madrasah tahun 2021. Walaupun sudah ada intensitas penurunan wabah. Namun masih terbatas dalam pelaksanaan ujian nantinya. Secara ketat sesuai protokol kesehatan akan dilaksanakan ujian madrasah tersebut.

Ini adalah contoh saja. Dan bisa disesuaikan dengan sikon madrasah.



Demikian semoga ada manfaatnya.
Jika terdapat kemurangan. Mohon di beri masukan. Terima kasih


17 Februari 2021

Gerilya pendidikan dimasa pandemi

Dimasa pandemi ini semua serba sulit, dari segi pendidikan pun terdampak. Hampir setahun pandemi ini menghantui, selama itu pula banyak perilaku pendidikan yg berubah. Esensi pembelajaran sangat diperlukan, hal yg pokok nya saja di sajikan, menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif.

Solusi cara bertindakpun bervariasi oleh setiap madrasah. Ada yg berani melakukan pembelajaran diam-diam, namun ada pula yg sesuai dengan surat edaran yaitu pembelajaran daring.

Sepertinya inilah saat kita untuk merobah cara mengajar dan belajar di madrasah. Sangat penting untuk digitalisasi bagi setiap madrasah. Merobah maenset SDM warga madrasah dan merefresnya ke arah modernisasi era 4.0. baik dilakukan melalui peran individu untuk mengikuti pelatihan daring atau luring. Agar nanti suatu saat madrasah tidak banyak lagi yg perlu disiapkan jika nanti benar-benar datang zamannya.

Pandangan yg primitif tentang teknologi 4.0 akan menghancurkan pola pikir individu itu sendiri jika tidak mau bersedia mengikuti perubahan ini. Mari dari sekarang kita bentangkan sayap untuk mengudara menerima dan menerapkan secara benar dan bijaksana untuk kemajuan madrasah kita.

#wajabisa
#wajalebihbaik
#madrasahhebatbermartabat

16 Februari 2021

Supervisi di tengah pandemik 2021

Walaupun pembelajaran daring terlaksana dengan baik, namun banyak kelemahan yg terindikasi setelah adanya supervisi pembelajaran. 

Ada guru yg sangat aktif memberi pelajaran via grop whatsapp baik dikelas rendah maupun kelas tinggi di mi washliyatul jannah, namun ada pula guru yang hanya bisa nitip materi kepada guru kelas sebagai admin grop. Tapi semua tak masalah selama penyaluran materi dapat terpenuhi untuk sisiwa.

Guru yg tidak mengimbangi kamajuan era 4.0 akan selalu menjadi momok kemajuan bahkan menjadi penghambat untuk kemajuan madrasah. Sangat diharapkan oleh madrasah untuk bisa belajar dan membuka wawasan baik disegi IT maupun modernisasi kurikulum madrasah yg berlandaskan kebijakan dan prinsip keislaman.

Disegi pengetahuan siswa tentang IT sangat mempengaruhi pola asuh anak di rumah. Bagaiman siswa mampu memanfaatkan media digital dengan tepat dan juga pengontrolan orang tua yg konsisten dan ramah terhadap anak sangat berperan sekali terhadap mereka. Memang banyak hal yg perlu kita perbaiki, dan berkomitmen memajukan madrasah, seperti anak yg tidak punya gadged nantinya akan dikatakan ketinggalan zaman. Ada anak yg punya gadged sendiri namun tak mmpu membatasi penggunaannya disebut kena penyakit pobia, bahkan terindikasi ke arah kejiwaan nantinya. Maka dari itu perlu kontrol orang tua tentang penggunaan gadget tersebut selain bimbingan guru di madrasah.

#wajabisa
#wajalebihbaik
#wajahebat


12 Februari 2021

"Ancit Kulikan" bagi madrasah kada sahama-hama lagi.

Ass, wr.wb
Sebagaimana surat dinas pendidikan tentang pemberlakuan  kembali belajar secara daring bagi sekolah tingkat SD dan SMP dimulai pada tgl 13 februari 2021, merujuk pada surat edaran tsb sesuai dengan instruksi gubernur kalsel yg diterbitkan pada tgl 11 kamaren, Kantor Kementerian Agama Kab. HSS memberlakukan bagi MA, MTs, MI Negeri /swasta belajar secara Daring / online mulai tgl 13 sd 22 februari 2021, 
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan atas perhatiannya diucapkn terima kasih
Wassalam ( Kasi Penmad)

Begitu bunyi surat elektronik yg dikeluarkan kasi pedmad kab hss. Sudah dua kali sekolah dibawah naungan Disdik Kab HSS turun untuk PTM sementara untuk madrasah belum sekalipun bisa turun karna tidak singkronya keputusan yg dibuat oleh dua lembaga dibawah naungn pemkab hss.

Banyak harapan yang tersirat yang belum bisa terpenuhi oleh guru untuk memenuhi pembelajaran tatap muka dimasa pandemi ini. Begitu juga hajat orang tua siswa yg sangat berharap agar bisa belajar di madrasah seperti biasa. Sebenarnya menurut pendapat pribadi alangkah baiknya ketegasan pemerentah untuk menjamin kesehatan dan ekonomi tampa pilih kasih itu di wujudkan kearah yg nyata. Apakah mengijinkan pergerakan atau menutup pergerakan dengan jaminan nyata.
Semoga kedepan lebih baik lagi. 

#wajabisa
#madrasahlebihbaik
#madrasahhebatbermartabat

10 Februari 2021

MI Washliyatul Jannah Siap laksanakan PTM


Pembelajaran tatap muka MI Washliyatul Jannah di laksanakan kembali di awal bulan Februari 2021, namun madrasah perlu menerapkan prokes ketat kepada setiap warga madrasah. 

Kunjungan pengawas madrasah( Rabu,10 Februari 2021) bapak Drs.H.Bustami, MM ke madrasah kali ini ingin memastikan kesiapan madrasah terutama di bidang prokes. Sosialisasi 5 M perlu digalakkan agar setiap warga madrasah, lebih khusus kepada pelaksana pendidikan yaitu guru-guru yang mengajar agar bisa menjadi contoh buat siswanya. Misalnya memkai masker, cuci tangan dan lainnya agar di laksakan, tidak salahnya kita berikhtiar. Jika ada siswa yang tidak mematuhi prokes maka akan di beri arahan sehingga mengerti akan bahaya wabah ini.
Selain memastikan prokes, beliau juga menyampaikan jika pembelajaran tatap muka ini adalah hajat dari orang tua sisiwa yang sudah lama. Mereka berharap agar anak mereka di beri pelajaran secara langsung bukan melalui daring. 

Pernyataan ini sejalan dengan keputusan bersama oleh 3 menteri tentang pembelajaran tatap muka. Juga keputusan dari pemkab HSS dan Dinas Pendidikan Kab HSS yg berkoordinasi dengan Kemenag Kab HSS agar bisa menyesuaikan pelaksanaan PTM ini dilapangan.

#wajabisa
#madrasahlebihbaik
#madrasahhebatbermartabat

Program Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah Tahun Pelajaran 2025/2026 telah resmi disahkan!

Dokumen ini merupakan panduan kerja   Kepala Madrasah , Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk me...