Dokumen ini merupakan panduan kerjaKepala Madrasah, Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengelola madrasah sebagai unit pendidikan dasar secara efektif dan efisien, serta untuk mencapai visi dan misi madrasah.
Program kerja ini mencakup:
Kegiatan Awal Tahun Pelajaran: Termasuk penyusunan kurikulum, jadwal pembelajaran, dan sosialisasi peraturan akademik.
Kegiatan Harian, Mingguan, dan Bulanan: Meliputi pemeriksaan kehadiran, pelaksanaan kegiatan 7K, supervisi proses pembelajaran, dan pengelolaan administrasi.
Kegiatan Semesteran dan Akhir Tahun Pelajaran: Fokus pada persiapan dan pelaksanaan penilaian, evaluasi program, serta persiapan penerimaan siswa baru.
Dengan adanya program kerja ini, diharapkan seluruh kegiatan pendidikan di MI Washliyatul Jannah dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta mampu mencetak generasi berakhlakul karimah.
Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Berbasis Cinta tahun 2025 MI Washliyatul Jannah diharapkan dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan karakter siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, sesama, dan lingkungan.
Dengan adanya KSP Berbasis Cinta, MI Washliyatul Jannah dapat:
- Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan.
- Mengembangkan Karakter Siswa: Melalui penanaman nilai-nilai cinta dan kasih sayang.
- Meningkatkan Keterlibatan Orang Tua: Dalam proses pendidikan anak-anak mereka.
Dokumen KSP ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi madrasah lain dalam mengembangkan kurikulum yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman .
Berikut ini saya bagikan dokumen KSP Berbasis Cinta tahun 2025 MI Washliyatul Jannah. Semoga bisa menjadi inspirasi dan referensi bagi kita semua
Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-80 merupakan momen penting bagi para guru dan pendidik di Indonesia.
Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November, bertepatan dengan hari lahirnya PGRI pada tahun 1945. PGRI didirikan untuk memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sejak itu, PGRI telah berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan memajukan pendidikan di Indonesia. HUT PGRI ke-80 merupakan kesempatan untuk mengapresiasi jasa-jasa guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Semoga para guru dapat terus meningkatkan kualitas dan dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) I Tahun Ajaran 2025/2026 di MI Washliyatul Jannah hari ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Siswa-siswa menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam menghadapi asesmen ini.
Dengan pengawasan yang ketat dari guru-guru, ASAS I berjalan dengan tertib dan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kepala Madrasah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, juga memantau langsung pelaksanaan ASAS I untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Semoga hasil ASAS I dapat menjadi evaluasi bagi siswa-siswa untuk meningkatkan prestasi mereka di semester berikutnya
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, mengikuti apel kesadaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bulan November 2025. Apel ini menjadi momentum penting bagi para ASN di lingkungan Kementerian Agama Kab. HSS untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Dalam arahannya, Kasubag TU sebagai Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. HSS H.Fathurrahman, S.Ag menekankan pentingnya loyalitas dan integritas sebagai pimpinan di satuan kerja masing-masing. Beliau mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai loyalitas dan integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala madrasah. Beliau juga berharap agar seluruh guru dan staf MI Washliyatul Jannah dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam melayani siswa dan masyarakat.
MI Washliyatul Jannah baru saja menggelar kegiatan Pramuka Siaga yang meriah dan penuh semangat, dengan tema PERSARI WAJA 2025. Kegiatan ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi para siswa untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan Pramuka Siaga, sekaligus sebagai persiapan untuk naik ke jenjang Penggalang.
Kepala Madrasah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi para siswa dan menjadi bekal yang baik untuk jenjang selanjutnya.
Ketua Panitia, Ibu Erna, S.Pd, dan Ibu Aulia Rahmi, S.Pd, terlihat sangat antusias dalam pelaksanaan kegiatan ini. Berbagai lomba yang menarik seperti widegame, smaphore, dan Morse, mewarnai kegiatan ini dan membuat para siswa sangat bersemangat.
Seluruh guru MI Washliyatul Jannah juga turut hadir untuk menyemangati kegiatan ini. Kehadiran mereka menambah semangat bagi para siswa untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kaka Pembina dari MA PIP Habirau Tengah, yang ikut memperkuat kegiatan hari ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi para siswa dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Pesan Kepala Madrasah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, semoga kegiatan ini dapat berlanjut di tahun depan dan menjadi tradisi yang baik bagi MI Washliyatul Jannah.
Dua orang tenaga pendidik dan kependidikan (Tendik) dari lembaga pendidikan yang sama, Ibu Aulia Rahmi, S.Pd dan Bapak Jaelani Syidik, baru saja mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) EDM E-RKAM. Kegiatan ini diselenggarakan di MIN 17 Hulu Sungai Selatan (HSS) dan bekerja sama dengan KKMI HSS.
Bimtek ini menghadirkan pemateri yang berpengalaman, Bapak Ahmad Saidi, S.Pd.I.Gr., M.Pd. Dengan keahliannya, beliau berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait EDM E-RKAM kepada para peserta. Ibu Aulia Rahmi dan Bapak Jaelani Syidik tentunya mendapatkan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.
Hari ini, Senin 10 November 2025, MI Washliyatul Jannah menjadi pusat penilaian Kepala Madrasah (PKKM) tahun ke 3 yang dipimpin oleh Kepala Madrasah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd. Penilaian ini dilakukan oleh tim penilai PKKM yang terdiri dari Bapak Mahyuni, S.Pd.I., MM dan Bapak Drs. H. Birhasani, M.Pd.
Penilaian PKKM tahun ke 3 ini berjalan lancar dan tertib, dengan tim penilai yang profesional dan objektif dalam melakukan penilaian. Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd. memimpin proses penilaian dengan baik, didukung oleh seluruh staf dan guru MI Washliyatul Jannah.
Menurut Bapak Drs. H. Birhasani, M.Pd., salah satu tim penilai, penilaian PKKM tahun ke 3 ini menunjukkan hasil yang positif. "Berkas yang disajikan oleh Kepala Madrasah sudah terlihat lengkap dan rapi, namun ada beberapa hal yang perlu disempurnakan untuk meningkatkan kualitas madrasah," ujarnya.
Bapak Mahyuni, S.Pd.I., MM, tim penilai lainnya, juga memberikan apresiasi atas kinerja Kepala Madrasah dan seluruh staf MI Washliyatul Jannah. "Kami melihat bahwa MI Washliyatul Jannah memiliki potensi yang besar untuk menjadi madrasah yang lebih baik. Kami berharap agar madrasah ini terus meningkatkan kualitasnya dan menjadi contoh bagi madrasah lainnya," katanya.
Dengan penilaian PKKM tahun ke 3 ini, MI Washliyatul Jannah berharap dapat meningkatkan kualitas dan prestasi madrasah, serta menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik dan berprestasi.
Kamis, 06 November 2025, Kepala MI Washliyatul Jannah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd., mengikuti kegiatan Rakor KKMI HSS yang bertempat di MI Al Injaz Dalpa Kandangan. Kegiatan ini dihadiri oleh 44 orang Kepala Madrasah se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dalam kegiatan ini, Bapak Kasi Penmad HSS, H. Gazali, S.Pd.I., M.Pd., memberikan pembinaan dan arahan terkait pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester 1 Tahun Ajaran 2025/2026. Agenda pembahasan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan asesmen berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kepala MI Washliyatul Jannah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd., sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bahwa hasil rapat koordinasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di MI Washliyatul Jannah dan madrasah lainnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
MI Washliyatul Jannah sedang mempersiapkan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahun 2025 dengan penuh semangat dan kesungguhan. Kepala Madrasah, Bapak Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd., bersama seluruh warga madrasah, bekerja sama untuk memastikan bahwa semua aspek penunjang penilaian telah siap dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Dalam rangka persiapan ini, kami melakukan berbagai kegiatan, seperti penataan dokumen, penataan lingkungan madrasah, dan persiapan sumber daya manusia. Semua ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung proses penilaian.
Pengawas Madrasah, Bapak Mahyuni, S.Pd.I., MM, dan Asesor, Bapak Drs. H. Birhasani, M.Pd., akan melakukan penilaian ini dengan profesional dan objektif. Kami berharap hasil penilaian ini dapat menjadi acuan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di MI Washliyatul Jannah.
Mari kita dukung dan doakan agar proses Penilaian Kinerja Kepala Madrasah ini berjalan lancar dan sukses. Semoga kami dapat menunjukkan yang terbaik dan terus meningkatkan mutu pendidikan di MI Washliyatul Jannah.
Bukti Fisik PKKM MI Washliyatul Jannah Tahun Ke 3 Periode Ke 2
Senin, 27 Oktober 2025, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Hulu Sungai Selatan menggelar acara perpisahan yang hangat dan penuh makna bagi dua kepala madrasah yang telah mengabdikan dirinya, yaitu Bapak Iberahim, S.Pd.I., MM dan Bapak Drs. H. Mastur. Acara ini berlangsung di Objek Wisata Pulau Mas Barabai, yang menjadi latar belakang yang indah untuk mengucapkan selamat dan terima kasih kepada kedua pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar bagi pendidikan di wilayah Hulu Sungai Selatan.
Kedua kepala madrasah ini telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia pendidikan. Dengan dedikasi dan kepemimpinan yang kuat, mereka telah membawa perubahan positif bagi sekolah-sekolah di bawah pengawasan mereka. Dari pengembangan kurikulum hingga peningkatan kualitas guru, keduanya telah berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.
Acara perpisahan ini dihadiri oleh para guru, staf, dan juga pejabat dinas pendidikan setempat. Mereka semua datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Bapak Iberahim dan Bapak Mastur. Sesi foto bersama, pemberian kenang-kenangan, dan sambutan hangat dari para peserta menjadi momen yang sangat mengharukan.
Dalam sambutannya, Bapak Iberahim dan Bapak Mastur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung mereka selama ini. Mereka berpesan agar semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tidak pernah berhenti, dan berharap agar generasi mendatang dapat terus maju dan berkembang.
Acara ini tidak hanya menjadi perpisahan, tetapi juga sebagai momen refleksi tentang perjalanan panjang yang telah dilalui dan sebagai pengingat akan pentingnya kerja sama dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Semoga dedikasi dan pengalaman Bapak Iberahim dan Bapak Mastur dapat menjadi inspirasi bagi semua yang hadir untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.
Pelaksanaan Apel Pagi Madrasah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah diawal tahun 2023
Senin, 09 Januari 2023
Kita mulai dari awal tahun 2023 untuk mengenal kurikulum merdeka, semoga di awal tahun pelajaran 2023-2024 kita bisa menerapkannya sebagai ganti dari kurikulum yang terdahulu yaitu kurikulum 2013.
Apapun kurikulumnya yang terpenting adalah bagaimana kita menerapkan pembelajaran yang kontinu terhadap peserta didik kita. Serta pencapaian-pencapaian keberhasilan yang harus kita dapatkan dengan maksimal, sehingga kita bisa memberikan kontribusi positif terhadap madrasah kita menuju madrasah yang mandiri dan berprestasi.
Arba Mustamir 1444 MI Washliyatul Jannah gelar doa bersama seluruh warga madrasah.
Pelaksanaan kegiatan Arba Mustamir tahun 1444 H/2022 di pusatkan di halaman Madrasah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah, dengan dikuti seluruh siswa dan guru serta orang tua siswa. Semoga segala sesuatunya berjalan dengan baik di madrasah ini. Aamiin 🤲🤲🤲
Kepala madrasah bersama semua Guru MI Washliyatul Jannah ikut serta dalam kegiatan KKG sekaligus arisan. Serta ada sedikit ilmu yang didapat tentang Saintifik yg disampaikan oleh bapak Moezaki Firdaus dari MIN 13 HSS.
Banua Hanyar (Senin, 10 Muharram 1444/08 Agustus 2022).
Anak yatim yang ditinggal pergi oleh orang tua untuk selamanya tentu akan merasakan kepedihan yang mendalam.
Apalagi, jika anak yang ditinggalkan masih kecil dan tidak bisa berdiri sendiri.
Tidak heran, Islam menaruh perhatian besar kepada anak yatim.
Menyantuni anak yatim juga merupakan sebuah amalan yang sangat mulia di mata Allah SWT dan sesama manusia.
Kata 'yatim' berasal dari Bahasa Arab. Artinya, anak kecil yang kehilangan ayahnya karena meninggal.
Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Ibnu Abbas RA pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan.
Salah satunya adalah tentang batasan seseorang disebut yatim.
Ibnu Abbas menjawab:
“Dan kamu bertanya kepada saya tentang seorang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu. Sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa".
Lalu, bagaimana dengan kata 'piatu'? Kata ini bukan berasal dari Bahasa Arab. Piatu adalah bahasa Indonesia yang dinisbatkan kepada seorang anak yang ditinggal mati oleh ibunya.
Seorang anak disebut yatim piatu apabila ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.
Mereka yang disebut sebagai golongan anak yatim adalah ketika ditinggalkan ayah kandung sebelum usia dewasa atau baligh.
Hal tersebut sebagaimana penjelasan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis: “Tidak ada keyatiman setelah mimpi.” (HR Abu Daud).
RPP tidak lagi diwajibkan di Kurikulum 2022, Ini penggantinya
Pada kurikulum 2022 atau yang dikenal kurikulum prototype ini terdapat beberapa perubahan khususnya pada lingkup pembelajaran. Beberapa diantaranya seperti tidak adanya KI KD, tidak ada KKM, perubahan beban waktu belajar dan materi pembelajaran difokuskan menjadi materi esensial.
Jawabannya yakni Modul ajar pada dasarnya adalah perencanaan pembelajaran secara lengkap disusun berdasarkan topik dalam lingkup kelas. Sementara ATP merupakan perencanaan pembelajaran untuk jangka waktu lebih panjang dalam lingkup sekolah. Silabus dapat dikembangkan dengan menggunakan atau mengadaptasi ATP yang disediakan oleh Pemerintah maupun ATP yang dikembangkan secara mandiri.
Modul ajar dapat dianggap sebagai RPP, sehingga guru yang menggunakan modul ajar yang disediakan oleh Pemerintah ataupun mengembangkan secara mandiri, tidak perlu lagi membuat RPP secara terpisah. Guru dapat mengembangkan modul ajar melalui adaptasi modul ajar dari Pemerintah agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan konteks satuan pendidikan.
Benarkah RPP dan Silabus tidak lagi dibuat di Kurikulum 2022?
RPP dan Silabus tetap dibuat namun tidak dibuat secara terpisah, hanya saja, ketika guru membuat modul ajar secara tidak langsung guru membuat RPP dan Silabus. Komponen- komponen dalam RPP sudah termuat dalam modul ajar bahkan sangat lengkap.
Jawabnya adalaha Silabus dan RPP tetap dibuat. SIlabus dan RPP dikembangkan sesuai dengan standar proses atau surat edaran No 14 Tahun 2019.
Modul ajar merupakan salah satu jenis perangkat ajar. Satuan pendidikan yang menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP Plus, karena modul ajar tersebut memiliki komponen yang lebih lengkap dibanding RPP.
JIka satuan pendidikan mengembangkan modul ajar secara mandiri, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP.
Satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai perangkat ajar termasuk modul ajar atau RPP dengan kelengkapan komponen dan format yang beragam sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
RPP dan Silabus secara tidak langsung sudah terdapat pada modul ajar itu sendiri. Sehingga, ketika guru membuat modul ajar, maka guru harus membuat RPP dan Silabus terlebih dahulu, baru dapat membuat Modul Ajar
Sumber : Buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen SMK-P (2021)
Seperti Apa Modul Ajar di Kurikulum 2022?
Modul Ajar KPB (Kurikulum Paradigma Baru) Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan. Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran. Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.
Komponen-komponen Modul Ajar Sekolah Penggerak terdiri dari Informasi Umum, Kompetensi Inti dan Lampiran. untuk lebih jelas dapat di lihat dibawah ini
1. Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:
Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.
Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
Kelas
Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing).
2. KOMPETENSI AWAL
Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.
3. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran. Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar. Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam):
materi/isi pelajaran,
pedagogi, dan/atau
kegiatan projek atau
asesmen
Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.
4. SARANA DAN PRASARANA
erupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.
5. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik yang menjadi target yaitu;
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir atas tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.
6. MODEL PEMBELAJARAN
model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.
KOMPONEN INTI
1. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.
Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.
Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.
Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kalimat pemahaman bermakna:
Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.
Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.
3. PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran. Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai berikut:
Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?
Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?
4. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.
5. ASESMEN
esmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Jenis asesmen:
Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).
Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:
Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)
Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).
6. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.
LAMPIRAN
1. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik(bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.
2. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.
3. GLOSARIUM
Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.
4. DAFTAR PUSTAKA
aftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)