Penandatangan MOU dengan Puskesmas Sungai Pinang
Sungai Pinang, 25 Oktober 2021
Penandatangan MOU dengan Puskesmas Sungai Pinang
Sungai Pinang, 25 Oktober 2021Pembukaan Bimbingan dan pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan virtual yg diselenggarakan oleh kemenag Kantor wilayah provinsi Kalimantan Selatan. Serentak dilaksanakan bersama KKG, MGMP, KKM, POKJAWAS Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada hari ini Selasa, 26 Oktober 2021 dilakukan dengan tatap muka di Aula Kantor kemenag kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Kegiatan ini nantinya akan diselenggarakan selama beberapa hari kedepan yang tentunya akan lebih banyak hal yang harus digali dalam kegiatan ini. Bersama Fasprov Bapak Drs.H.Birhasani, M.Pd dan TIM Pemateri lainnya diharapkan dapat memberikan kontribusi dan arahan bagi madrasah umum nya terlebih khusus para kepala Madrasah yg ada di kabupaten Hulu Sungai Selatan.
#wajabisa
#MADRASAH_Mandiri_berprestasi
#Madeasah_reformer
Gladi AKMI MI Waja 2021
MI Washliyatul Jannah_Kemenag Kab HSS hari ini menggelar gladi Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI). AKMI direncanakan dilaksanakan pada November 2021 dan dikhususkan bagi siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah se-Indonesia.
AKMI atau Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia adalah penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid madrasah. AKMI menjadi alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.
AKMI menjadi asesmen yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.
Menurut Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh Isom Yusqi, sebagai Ayo Madrasah lansir dari web kemenag.go.id, AKMI 2021 akan mengukur tingkat literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya siswa kelas 5 MI.
Dilansir dari situs akmi.kemenag.go.id, literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan kapasitas individu, sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Sedang literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah dalam mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, serta kesadaran bagaimana sains dan teknologi mempengaruhi manusia dan lingkungan.
Literasi adalah kemampuan seseorang dalam memahami sebuah gagasan dan menyampaikannya dalam bentuk lisan dan tulisan. Ada empat cabang dalam kemampuan literasi, yaitu, komunikasi lisan, membaca efektif, menulis kreatif dan literasi media.
Pertama, komunikasi lisan. Kemampuan ini terdiri atas dua hal, yaitu kemampuan menyimak (untuk memahami), dan berbicara (untuk menyampaikan gagasan. Menyimak berbeda dengan mendengar. Dalam kegiatan menyimak ada proses memahami, memikirkan informasi, dan mengolahnya. Seorang yang menyimak, sudah pasti mendengar, tapi mereka yang mendengar belum tentu menyimak. Kemampuan berbicara dalam literasi terkait dengan kemampuan menyampaikan sesuatu dengan baik dan mudah dimengerti.
Kedua, membaca efektif. Membaca efektif adalah sebuah kemampuan memahami bacaan, menemukan informasi, membandingkannya, mengembangkan informasi, menganalisisnya, mengevaluasi, dan akhirnya bisa menarik sebuah kesimpulan atas bacaan. Buku tidak cukup sekadar dibaca. Seseorang juga harus belajar bagaimana cara mempelajari informasi yang ada di dalamnya. Seseorang yang tahu cara mempelajari buku, berarti memiliki alat untuk itu.
Ketiga, menulis kreatif. Menulis kreatif adalah pelajaran mengorganisasikan gagasan dalam bentuk tulisan. Pelajaran menulis kreatif paling dasar, sesungguhnya adalah pelajaran tentang struktur, tentang konsep, tentang gagasan. Jika anda memulai pengajaran penulisan kreatif ke anak dari teknis tulisan, seperti paragraf, kalimat, dan yang semacam, sama artinya anda membangun rumah bukan dari pondasi, tapi langsung mendirikan dindingnya. Apapun pelajaran, mulailah dari konsepnya.
Keempat, literasi media. Ini merupakan kemampuan seseorang memahami gagasan, dan menyampaikannya, melalui aneka jenis media. Jika ia bersentuhan dengan dunia digital, maka gagasan yang ia serap, maupun yang ia sampaikan, bagian dari literasi digital. Dalam literasi digital, seseorang mengerti sifat aneka jenis media digital, tahu cara berinteraksi secara digital, tahu cara memperoleh informasi secara digital, dan yang semacamnya. Mereka yang tahu sifat aneka jenis media digital, akan cenderung bijaksana dalam menggunakannya. Mereka yang tahu cara memperoleh informasi secara digital, akan memiliki referensi ilmu pengetahuan yang kaya, sekaligus berhati-hati dalam menyikapi semua informasi yang datang.
Ada satu kemampuan lagi, namanya numerasi. Numerasi adalah kemampuan memahami simbol penghitungan atau angka. Seseorang yang memiliki kemampuan ini akan memiliki: pengetahuan akan hitungan, bisa memahami informasi matematis, memiliki kemampuan mengorganisir informasi, berpikir logis, dan kemampuan budgeting. Dua kemampuan ini, literasi dan numerasi, meski terlihat sederhananya, nyatanya, alat yang sangat penting bagi anak (dan tentunya kita sendiri) dalam menjalani hidup
Sumber: https://selingkar.com
Dokumen ini merupakan panduan kerja Kepala Madrasah , Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk me...