19 September 2020

Siswa MI Washliyatul Jannah di MR


Pelaksanaan Kegiatan BIAS MR berlangsung dengan baik dan lancar dan dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, dimana sebelum masuk kelas siswa dan para orang tua yg mendampingi wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

Adapun petugas yang terlibat adalah dari puskesmas Sungai Pinang Negara Kecamatan Daha Selatan.



17 September 2020

BOSDA HSS CAIR

Alahamdulillah, dalam kepemimpinan Bapa Drs. H. Achmad  Fiqri, M.Ap.  Saat ini Menjabat Sebagai Bupati Hulu Sungai Selatan kembali akan memberikan bantuan pendidikan untuk Madrasah( MI/MTs) swasta di Kab. Hulu Sungai Selatan, di 2020 ini, Kami semua Madrasah Swasta Tingkat MI/MTs kab. Hulu Sungai Selatan mengucapkan terimaksh kepada yg terhingga, Insya Allah sangat bermanfaat bagi guru Non PNS di MI/MTs Swasta di Kab. Hulu Sungai Selatan,

11 Agustus 2020

Dirgahayu Indonesia 17 Agustus 2020 ( Waja Bisa )

Jelang hari Kemerdekaan Indonesia sampai tepat pada tanggal 17 Agustus 2020, MI Washliyatul Jannah membuat caption di media sosial menggunakan puisi Hari Kemerdekaan Indonesia 

Langkah tegar menuju pancung

Dihempas segelintir riak ombak kecil

Memaksa untuk bertelinga batu

Merangkak berbusung dada di usap sabar.


Mestinya bukan di cungkil 

Harusnya di junjung dengan bimbingan

Dibuai ramah menuju sukses

Sampailah di pancung dengan senyum.


Masih ada waktu berbenah

Langkah selanjutnya eratkan dekapan

Maju bersama dalam satu tatapan

Indonesia Maju, Waja Bisa.

06 Agustus 2020

Arahan Pengawas Madrasah dalam rangka PPJ di MI Washliyatul Jannah

MI Washliyatul Jannah(Kamis,6/8/2020)_Saat pandemik COVID-19 ini muncul seluruh aktivitas dibatasi, termasuk kegiatan pembelajaran mulai menerapkan kegiatan belajar dari rumah. Hal ini dilakukan guna membatasi penyebaran virus yang masif. Kebijakan belajar dari rumah mulai diterapkan pada tanggal 9 Maret 2020 setelah menteri pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan surat edaran nomor 2 tahun 2020 dan nomor 3 tahun 2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Seluruh Madrasah di setiap daerah yang terdampak, diminta untuk menghentikan aktivitas kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Sebagai tindak lanjut dari surat edaran tersebut seluruh Madrasah  juga diminta untuk mengeluarkan kebijakan tentang proses pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh bagi siswa. Kunjungan Pengawas Madrasah, Bapak Drs. H.Bustami, MM ke Madrsah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah kali ini bertujuan memberikan arahan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Agar pada nantinya bila terdapat kendala dalam ppj ini bisa diatasi secepatnya, dan siswa bisa menerima pelajaran walau hanya esensi saja.

02 Desember 2013

Metodologi Pembelajaran : 8 Keterampilan yang Harus dimiliki Oleh Seorang Guru

Pada kenyataannya dewasa ini banyak para guru yang mengajar dengan pola tradisional dan mengabaikan keterampilan-keterampilan yang sangat mendasar ini. Padahal 8 (delapan) keterampilan dasar bagi seorang guru sangatlah penting, karena menyangkut efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran, berikut ini penulis menyajikan 8 (delapan) keterampilan dasar bagi seorang guru dalam pengelolaan kelas di kegiatan belajar dan mengajar.

1.         Ketrampilan Bertanya
Pada hakikatnya melalui bertanya kita akan mengetahui dan mendapatkan informasi tentang apa saja yang ingin kita ketahui. Dikaitkan dengan proses pembelajaran maka kegiatan bertanya jawab antara guru dan siswa, atara siswa ini menunjukan adanya ineraksi dikelas yang di dinamis dan multi arah. Kegiatan bertanya akan lebih efektif bila pertanyaan yang diajukan cukup berbobot, mudah dimengerti atau relevan dengan topik yang dibicarakan. Tujuan guru mengajukan pertanyaan anatra lain adalah :
  1. Menimbulkan rasa keingintahuan
  2. Merangsang fungsi berpikir
  3. Mengembangkan keterampilan berpikir
  4. Memfokuskan perhatian siswa
  5. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
  6. Menkomunikasikan harapan yang diinginkan oleh guru dari siswanya
  7. Merangsang terjadinya diskusi dan memperlihatkan perhatian terhadap gagasan dan terapan siswa sebagai subjek didik.
Keterampilan bertanya ini mutlak harus dikuasai oleh guru baik itu guru pemula maupun yang sudah profesional karena dengan mengajukan pertanyaan baik guru maupun siswa akan mendapatkan umpan balik dari materi serta juga dapat menggugah perhatian siswa atau peserta didik.  Komponen-komponen dan prinsip-prinsip dalam ketrampilan bertanya: Bertanya Dasar dan Bertanya Lanjut, Teknik Bertanya, Jenis pertanyaan.
2.         Ketrampilan Memberikan Penguatan
Penguatan adalah respons terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku itu. Teknik pemberian penguatan dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal. Penguatan verbal merupakan penghargaan yang dinyatakan dengan lisan, sedangkan penguatan nonverbal dinyatakan dengan mimik, gerakan tubuh, pemberian sesuatu, dan lain-lainnya. Dalam rangka pengelolaan kelas, dikenal penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif bertujuan untuk mempertahankan dan memelihara perilaku positif, sedangkan penguatan negatif merupakan penguatan perilaku dengan cara menghentikan atau menghapus rangsangan yang tidak menyenangkan. Manfaat penguatan bagi siswa untuk meningkatnya perhatian dalam belajar, membangkitkan dan memelihara perilaku, menumbuhkan rasa percaya diri. Komponen dan Prinsip-prinsip Keterampilan Memberi Penguatan Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal, diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya. Dan penguatan non-verbal, terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan.

3.         Ketrampilan Mengadakan Variasi
Dalam kegiatan pembelajaran, pengertian variasi merujuk pada tindakan dan perbuatan guru, yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan untuk memacu dan mengikat perhatian siswa selama pelajaran berlangsung. Tujuan utama guru mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran untuk mengurangi kebosanan siswa sehingga perhatian mereka terpusat pada pelajaran. Komponen-komponen Keterampilan Mengadakan Variasi Keterampilan mengadakan variasi terdiri dari tiga kelompok pokok, yaitu ; Variasi dalam cara/gaya mengajar guru, Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran, Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa.
4.         Ketrampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan. Pentingnya penguasaan keterampilan menjelaskan bagi guru adalah dengan penguasaan ini memungkinkan guru dapat meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dan penyajian penjelasannya, merangsang tingkat pemahaman siswa, membantu siswa memperluas cakrawala pengetahuannya, serta mengatasi kelangkaan buku sebagai sarana dan sumber belajar. Kegiatan menjelaskan dalam kegiatan pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa memahami berbagai konsep, hukum, prosedur, dan sebagainya secara objektif, membimbing siswa memahami pertanyaan, meningkatkan keterlibatan siswa, memberi siswa kesempatan untuk menghayati proses penalaran serta memperoleh balikan tentang pemahaman siswa.
5.         Ketrampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran
a.         Membuka Pelajaran
Kalimat-kalimat awal yang diucapkan guru merupakan penentu keberhasilan jalannya seluruh pelajaran. Tercapainya tujuan pengajaran bergantung pada metode mengajar guru di awal pelajaran. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru gagal dalam memperkenalkan pelajaran. Komponen-komponen dan prinsip-prinsip dalam membuka pelajaran: Hubungan dengan Kelas. Ada banyak hal yang masih memikat perhatian murid di luar ruangan kelasnya. Hal tersebut dapat membuat murid tidak memerhatikan pelajaran yang disampaikan. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat menetapkan titik hubungan antara murid dan pelajaran yang disampaikan. Pembukaan pelajaran harus sesuai dengan minat dan kebutuhan murid. Guru juga harus dapat membangkitkan minat belajar sampai murid dapat memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. Pembukaan pelajaran dengan metode yang terbaik pun tidak akan ada manfaatnya jika tidak mampu membawa murid untuk memusatkan perhatian mereka. Menghubungkan Pelajaran. Hubungkan pelajaran dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya. Setiap pelajaran baru yang diajarkan merupakan bagian dari kurikulum yang sudah ditetapkan. Pelajaran itu harus dihubungkan dengan pelajaran-pelajaran lain agar menarik perhatian murid dan menajamkan pengertian mereka terhadap rangkaian pelajaran tersebut. Dan kita dapat menyajikannya dengan lebih menarik, tetapi penuh dengan keterangan. Penyampaian pokok pelajaran harus menarik minat murid seperti halnya penyampaian pokok berita dalam sebuah surat kabar. Menguraikan Pelajaran. Setelah memperkenalkan pelajaran, guru harus mengajarkan pelajaran sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Mutu persiapan dapat terlihat pada waktu pengajaran itu disampaikan. Satu hal yang perlu diingat, jika tidak ada murid yang belajar dari pengajaran tersebut, itu berarti guru belum mengajarkan pelajaran itu.
b.         Menutup Pelajaran
Jangan akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan suatu penutup yang tidak tergesa-gesa dan juga dengan doa sekitar tiga sampai lima menit. Komponen-komponen dan prinsip-prinsip dalam menutup pelajaran: Merangkum Pelajaran. Sebagai penutup, hendaknya guru memberikan ringkasan dari pelajaran yang sudah disampaikan. Ringkasan pelajaran sudah tidak lagi berupa diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran, tetapi berisi ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan menekankan fakta dasar pelajaran tersebut. Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya. Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan rencana pelajaran berikutnya. Guru dapat memberikan kilasan pelajaran untuk pertemuan berikutnya. Diharapkan hal ini dapat merangsang keinginan belajar mereka. Sebelum kelas dibubarkan, ungkapkanlah pelajaran yang akan disampaikan minggu depan dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat mengambil bagian dalam pelajaran mendatang. Bangkitkan minat. Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan berikutnya dengan penuh semangat. Oleh karena itu, biarkan murid pulang ke rumah mereka dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang mengesankan, yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Sama seperti seorang penulis yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung, yang membuat pembaca ingin segera tahu bab berikutnya. Dengan cara yang sama, guru dapat mengakhiri pelajarannya dengan penutup yang “berklimaks” sehingga seluruh kelas menantikan pelajaran berikutnya dengan tidak sabar. Memberikan tugas. Tugas-tugas harus direncanakan dengan saksama. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota kelas.(Benson : 80-85).
6.         Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.
7.         Ketrampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Komponen-komponen dan prinsip-prinsip Ketrampilan mengelola kelas yaitu, prefentip adalah yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran dan  represif, yaitu berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.

8.         Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 sampai 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa. Format mengajar ini ditandai oleh adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat antara guru dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, minat, cara, dan kecepatannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran. Setiap guru dapat menciptakan format pengorganisasian siswa untuk kegiatan pembelajaran kelompok kecil dan perorangan sesuai dengan tujuan, topik (materi), kebutuhan siswa, serta waktu dan fasilitas yang tersedia. Komponen-komponen dan prinsip-prinsip ketrampilan ini adalah: Ketrampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, Ketrampilan mengorganisasi, ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar, Ketrampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. 

Kata Kunci :

kompetensi mengajar,keterampilan guru dalam mengajar,keterampilan yang harus di miliki guru,Keterampilan yang harus dimiliki guru BK,Keterampilan-keterampilan belajar,keterampilan-keterampilan dasar mengajar,ketrampilan bertanya untuk guru,Ketrampilan yang harus dimiliki seorang pendidik,8 keterampilan belajar,komponen yang harus dimiliki oleh seorang pendidik

Manfaat Menjadi Guru di Sekolah

Berprofesi menjadi guru dan mengajar di sekolah jelas merupakan suatu profesi yang mulia. Hal ini memberi anda kesempatan untuk mengubah hidup. Itulah salah satu manfaat terbesar dalam pekerjaan mengajar.
Pekerjaan sebagai guru memainkan peran kunci dalam mengembangkan pelajaran dan keterampilan belajar pada anak-anak, menanamkan nilai-nilai yang baik di dalamnya, membudidayakan pikiran mereka dan mengajar mereka tidak hanya berdasar pada buku-buku pelajaran, tetapi juga dari unsur kehidupan. Pada usia muda, anak-anak menganggap anda sebagai model atau peranan bagi mereka, anda menginspirasi mereka, mempengaruhi mereka. Dan itu adalah keuntungan besar menjadi seorang guru, memiliki kesempatan untuk memainkan peran penting dalam kehidupan seseorang.

Manfaat menjadi guru

Mengajar di sekolah
  • Anda membantu anak-anak mengembangkan dasar membaca, menulis dan keterampilan verbal.
  • Anda mengajari mereka matematika dasar, ilmu pengetahuan atau bahasa.
  • Anda mengajarkan mereka untuk mengekspresikan diri, berinteraksi dengan orang lain, dan dengan demikian membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial.
  • Ketika mereka berada di sekolah, anda adalah orang tua mereka. Anda memainkan peran kunci dalam pendidikan karakter mereka.
Mengajar di tingkat sekolah yang lebih tinggi
  • Anda berperan dalam membantu siswa menguasai topik yang anda ajarkan.
  • Anda membantu mereka mengasah kemampuan mereka dalam subjek dan mengembangkan keahlian.
  • Jika anda baik pada apa yang anda lakukan, anda akan mendapatkan rasa hormat dan simpati siswa.
  • Anda mendapatkan kesempatan untuk berbagi aspirasi dengan mereka, kesempatan untuk membangun impian mereka. 
  • Peran guru dalam kehidupan muridnya sebenarnya tidak pernah berakhir. Seorang guru tak pernah tahu, kapan pengaruhnya akan berhenti. Siswa akan terus mengingat anda atas apa yang telah mereka dapatkan dari anda, mereka berterima kasih kepada anda untuk apa yang telah anda ajarkan. Itulah salah satu manfaat menjadi seorang guru yang akan selalu diingat selamanya.
Hal-hal seperti jam kerja, gaji dan kesejahteraan kerja melekat pada profesi guru. Mari kita lihat aspek pengajaran dan memahami bagaimana menjadi seorang guru.
Jam Kerja
Sebuah pekerjaan mengajar mengharuskan anda untuk bekerja selama sekitar enam jam sehari, yang kurang dibandingkan dengan mereka yang bekerja di kantor. Anda tidak harus di tempat kerja selama sembilan dan sepuluh jam setiap hari, kecuali pada waktu ada kegiatan sekolah. Dengan cara ini, anda mendapatkan lebih banyak waktu untuk keluarga dan untuk mengejar kepentingan lain. Pada dasarnya, anda memiliki kehidupan di luar pekerjaan dan berada di dalam pekerjaan mengajar, anda dapat mempertahankan keseimbangan antara kehidupan dan bekerja.
Liburan
Cukup beberapa kali dalam setahun, anda mendapatkan kesempatan untuk menikmati liburan yang cukup banyak, dibandingkan orang yang bekerja di instansi lain. Mungkin tidak ada profesi lain dengan hari libur yang begitu banyak. Anda dapat menghabiskan waktu liburan anda dengan keluarga, teman atau mengejar kepentingan pribadi. Liburan juga dapat digunakan untuk pertumbuhan profesional. Banyak guru memilih untuk mengambil kursus tambahan agar prospek karir menjadi lebih baik. Beberapa orang guru menggunakan waktu ini untuk mendapatkan uang tambahan dengan mengadakan kegiatan lain.
Gaji dan kesejahteraan
Banyak sekolah yang juga memberikan gaji yang komprehensif dan asuransi kesehatan untuk guru. Pemerintah juga memberikan program pensiun kepada guru di sekolah negeri.
Salah satu manfaat dan peranan yang paling penting dari menjadi seorang guru adalah bahwa anda dapat berkontribusi dalam membentuk generasi mendatang.

Kebahagiaan Seorang Guru


Ada tiga kebahagiaan seorang guru:
Pertama, dan ini yang tertinggi menurut saya, adalah melihat mantan murid-muridnya menjadi orang-orang yang berhasil, lebih berhasil daripada dirinya sendiri.
Dulu saya menyangka ini hanya isapan jempol, basa-basi sosial etis. Kini, setelah menjadi guru hampir seperempat abad, saya bisa merasakan sendiri bagaimana perasaan itu. Saya sungguh-sungguh berbahagia melihat mantan murid-murid saya yang menjadi lebih pintar daripada saya, lebih berhasil, dan menduduki tempat-tempat yang bermartabat tinggi di masyarakat. Kebahagiaan itu saya rasakan lebih besar lagi manakala saya melihat mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan — bakti — yang luhur bagi manusia dan kemanusiaan, mengangkat derajat sesama, menolong dan melindungi yang lemah dan tak menyombongkan apa yang telah mereka raih.
Tidak menjadi masalah bagi saya apakah mereka mengingat saya atau tidak. Yang terpenting adalah saya telah melaksanakan tugas saya agar mereka bisa melaksanakan tugas kemanusiaan mereka, tugas kekhalifahan yang diamanatkan Tuhan atas mereka. Saya yakin tempat saya dalam kehidupan mereka kecil saja; mereka sukses karena mereka adalah pribadi-pribadi yang memang telah mengandung sukses dalam diri mereka sendiri, dan manakala mereka sukses berbunga dan berbuah, itu karena mereka adalah pohon yang istimewa, ditanam di tempat yang istimewa, dipelihara dan dipupuk oleh orang-orang yang istimewa: orangtua-orangtua mereka, masyarakat, dan guru-guru lain yang resmi menyandang status guru maupun bukan guru. Sebagai salah satu guru mereka, saya merasa telah diberi kehormatan menjadi bagian kecil dari sukses mereka.
Kebahagiaan kedua seorang guru adalah ketika melihat murid-muridnya mengerti, mampu menangkap apa yang disampaikannya, dan naik derajatnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari bersikap masa bodoh menjadi peduli dan halus budi, karena tahu (dan berpengetahuan) serta peduli dan halus budi adalah tanda meningkatnya derajat kemanusiaan seseorang.
Kebahagiaan ketiga, yang mungkin tidak bersifat sosial dan agak self-centric, adalah ketika seorang murid mengungkapkan penghargaan atas upaya-upayanya secara langsung maupun tak langsung. Guru manusia juga, saya rasa. Penghargaan seperti itu dapat membuatnya merasa istimewa; dan penghargaan semacam itu, saya rasa, adalah salah satu kebutuhan sosial manusia.
Tadi malam saya mendapatkan kebahagiaan yang ketiga itu. Siswa saya dari dua kelopok yang berbeda mengungkapkan apresiasi mereka. Kelompok pertama, siswa tingkat dasar BIPA, memuji metode dan teknik yang saya pakai di kelas. Mereka ingin dan akan mengusulkan agar masa tugas saya diperpanjang agar dapat terus mengajar mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Kelompok kedua, para mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi magister mereka, secara terbuka memuji wawasan (insight) kultural, sosiologis, dan antropologis yang, menurut mereka, berhasil saya ungkapkan dengan mendalam dan mencerahkan dalam diskusi kami tentang karya sastra Indonesia modern.
Apresiasi mereka menambah semangat saya. Tapi saya tidak akan pernah lupa bahwa saya hanyalah bagian kecil dari kerja kemanusiaan untuk mengangkat derajat dan martabat manusia, sehingga setiap diri bisa menjadi bagian yang memperbaiki kehidupan di muka bumi sebagaimana diamanatkan oleh Tuhan. Setiap diri hanyalah khalifatul fil ardh

Program Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah Washliyatul Jannah Tahun Pelajaran 2025/2026 telah resmi disahkan!

Dokumen ini merupakan panduan kerja   Kepala Madrasah , Khairiansyah, S.Pd.I., M.Pd, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk me...